Selasa, 10 Maret 2020

MALAIKAT PENGHIBUR MUKMIN YANG GALAU


Imam Ibn Asakir dalam kitabnya Tarikh Dimasyq (sejarah Damasyqus), Imam at-Thobaroniy dalam kitab Mu’jam dan Imam Ibn Abid Dunya radhiyallahu anhum menyebutkan riwayat seorang sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bernama Irbadh bin Sariyah radhiyallahu anhu yang notabene beliau salah seorang yang di masa hidup Rasulullah selalu menemani sang Rasulullah  baik di waktu safar (perjalanan) maupun hadhor (tidak keluar kota). Beliau juga sebagai ahli shuffah (yang tinggal di emperan masjid) dan al-Bakka (yang banyak menangis). Setelah wafat sang Rasul, beliau masih diberikan panjang umur hidup kurang lebih 50 tahun lagi.
Pada suatu hari Irbadh bin Sariyah radhiyallahu anhu pergi ke masjid Damasyqus. Setelah mengerjakan shalat beliau curhat kepada Allah Taala melalui doanya: “Ya Allah, sungguh telah lelah diri ini, kondisi fisik yang makin lemah dan umur semakin lanjut. Wafatkan hamba Ya Allah.”
Sekonyong-konyong ada pemuda tampan berbaju hijau yang mendengar doa beliau, kemudian pemuda itu bertanya: “Ya fulan, apa yang ucapkan tadi? Kalau engkau berdoa kepada Allah Taala jangan seperti itu.!!!”
Irbadh bin Sariyah bertanya: “Lalu dengan doa seperti apa yang aku ucapkan?”
Pemuda itu menjawab:
اللهم حسن العمل وبلغ الأجل
Allahumma Hassinil Amal Wa Ballighil Ajal
“Ya Allah, baguskan amal ibadahku, kemudian wafatkan aku.”
Pemuda itu menambahkan: “Janganlah seseorang minta diwafatkan sebelum ia minta kepada Allah ibadah yang baik.”
Irbadh bertanya lagi: “Wahai pemuda semoga engkau mendapat kasih sayang Allah. Siapakah nama engkau?”
Pemuda itu menjawab: “Nama saya adalah Rotail, saya adalah malaikat yang mendapat tugas dari Allah Ta’ala untuk menghibur orang-orang beriman ketika mereka sedang mengalami kesedihan.”
Begitu Irbadh bin Sariyah menoleh, beliau sudah tidak menemukan seorang pun di tempat itu.

Imam al-Haistamiy mengatakan bahwa riwayat ini disebutkan oleh para periwayat yang tsiqot (terpercaya). Wallahu A'lam ...

Tidak ada komentar: